Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri pada Siswa

Cara meningkatkan kepercayaan diri

Cara meningkatkan kepercayaan diri pada siswa yang paling efektif adalah dengan memberikan kepercayaan dan latihan serta motivasi yang tak pernah putus.. Keberhasilan seseorang salah satunya ditentukan oleh keberanian dalam mengambil langkah pertama. Berdasarkan buku yang ditulis oleh Hana Wisteria dengan judul Bob Sadino: Goblok Pangkal Kaya menjelaskan salah satunya adalah tentang kelemahan pendidikan Indonesia yang terlalu berkutat pada ranah teori dan kurang paham dalam praktek.

Kegiatan belajar secara lengkap digolongkan menjadi belajar pengetahuan atau teori, konsep, prinsip, ketrampilan, sikap, dan pemecahan masalah. Siswa harus mampu sigap dan berani dalam mengambil keputusan. Kurikulum 2013 bertujuan mengembangkan keseimbangan antara sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual, dan psikomotorik. Kemampuan ini tidak bisa lepas dari kemandirian siswa dan juga kepercayaan diri dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu guru sebagai fasilotator dan juga motivator haruslah bisa membangun karakter ini secara nyata.

Cara meningkatkan kepercayaan diri pada siswa salah satunya terkendala permasalahan dalam pelaksanaan KBM K-13 yang masih ada  guru yang aktif dan menjadikan siswa sebagai subjek pendidikan yang pasif. Pemerintah menerapkan kebijakan full day school pada beberapa sekolah yang memenuhi syarat. Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk mengemas KBM yang menarik agar siswa selalu semangat sampai jam pelajaran berakhir. Maka dari itu metode belajar haruslah menyenangkan dengan melibatkan kegiatan fisik agar vitalitas tetap terjaga.

Mengkonde JaNETH merupakan metode pembelajaran menyenangkan yang dapat menghidupkan vitalitas siswa. Mengkonde JaNETH menggabungkan metode pembelajaran Jigsaw dan Every one is Teacher here dengan mengedepankan keberanian dalam mengambil keputusan.

Mengkonde JaNETH mengembangkan kepercayaan diri dan kemandirian siswa dalam rangka berani mengambil langkah pertama. Kelas dibagi menjadi 5 kelompok secara acak dengan menghitung satu sampai lima. Siswa berkelompok dengan angka yang sama. Setelah berkumpul dengan kelompoknya, masing-masing kelompok menyusun tempat duduk seperti huruf U dengan satu siswa berada di kepala huruf U sebagai Teacher.

Siswa yang akan berperan sebagai Teacher harus memenuhi syarat. Syarat utama adalah “berani”. Ketika itu maka siswa yang aktif akan berebut mendapatkan tempat duduk sebagai Teacher namun siswa yang pasif akan menunjuk temannya atau bahkan menundukkan kepala. Jika seperti ini maka fasilitator akan memberi solusi pada permasalahan pertama yaitu dengan hom pim pa. siapa yang beruntung dia akan menjadi Teacher. Permasalahan kedua, maka fasilitator akan bertanya:

“Diantara kalian siapakah yang berani menjadi Teacher? Jangan menunjuk teman namun, tanyakan pada diri kalian sendiri siapa yang mau dan mampu menjadi Teacher?”

Pada akhirnya akan muncul siswa yang berani mmenjadi Teacher, atas keberanian mereka mengambil keputusan maka fasilitator akan memberi nilai plus pada mereka. Tahap pertama, setiap kelompok diberi materi yang berbeda berkaitan dengan indikator dalam KD misalnya tentang Penelitian Sosial.  Setiap Teacher dalam kelompok itu akan dibantu oleh kelompok asal untuk merumuskan materi yang telah diberikan oleh fasilitator. Teacher akan mempresentasikan materi pada kelompok asal sebagai latihan sebelum touring pada tahap kedua.

Tahap kedua, Teacher akan touring untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok asal kepada kelompok lain sebanyak jumlah kelompok yang terbentuk sampai ia kempali pada kelompok asal. Dalam misi touring Teacher harus memastikan kelompok lain aktif menanggapi presentasinya. Jika ada yang pasif maka Teacher wajib memberi pertanyaan berkaitan dengan materi yang disampaikan. Metode ini menjadikan siswa penasaran dengan penampilan teman yang menjadi Teacher, sehingga kelas akan selalu hidup. Pada akhir touring, setiap teacher  akan berdiskusi untuk bertukar informasi yang telah mereka dapatkan dalam diskusi. Pada akhir pertemuan fasilitator menanyakan hal-hal yang belum memuaskan dalam proses diskusi touring  sebagai bentuk konfirmasi.

Mengkonde JaNETH selain meningkatkan vitalitas siswa, juga akan membuat mereka menyadari potensi yang dimiliki yaitu dengan berani tampil baik sebagai teacher maupun siswa yang aktif. Selain itu metode ini juga merupakan bentuk kepercayaan Fasilitator bahwa semua siswanya adalah manusia yang cerdas dan memiliki potensi yang baik.

Related articles

ProtesTere Liye membuka tabir Literasi Indonesia

Hari Literasi dunia telah ditetapkan oleh sejak 1964 oleh UNESCO yang jatuh pada tanggal 8 September. Hari literasi ditetapkan sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan wawasan masyarakat dunia atau bisa dikatakan menjadikan masyarakat menjadi melek dunia. Baru-baru ini Indonesia dikejutkan oleh keberanian seorang penulis kondang Tere Liye memprotes perpajakan yang dikenakan terhadap penulis buku.  Keberanian ini […]

Penggunaan Gadget yang Benar

Penggunaan Gadget yang Benar

Penggunaan gadget yang benar bagi remaja saat ini masih menjadi permasalahan tersendiri. Gadget merupakan perangkat yang tidak bias dilepaskan dari remaja khususnya dan masyarakat pada umumnya. Pandemi telah menjadikan gadget  sebagai perangkat utama untuk memenuhi kebutuhan. Proses pembelajaran berlansung sedara daring teknologi dan internet merupakan sarana utama untuk belajar. Namun disamping itu ada dampak negative […]